Rabu, 27 Januari 2016



Radioaktifitas adalah suatu gejala yang menunjukan adanya aktivitas inti atom, yang disebabkan karena inti atom tak stabil. Gejala yang dapat diamati ini dinamakan sinar radio aktif. Pengertian lain dari
radioaktivitas adalah fenomena pemancaran yang spontan dari radiasi-radiasi yang ditunjukkan oleh elemen-elemen berat, sebagai contoh Uranium. Uranium merupakan salah satu logam berat yang dapat digunakan sebagai sumber energi pembangkit listrik yang dinamakan PLTN. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah stasiun pembangkit listrik thermal di mana panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir pembangkit listrik. Namun dalam pelaksanaannya, teknologi yang dibutuhkan sangat kompleks dan resiko yang besar sehingga hanya negara-negara tertentu yang dapat membangun PLTN. Pada dasarnya prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sama halnya dengan Pembangkit Listrik Konvensional. Dalam proses kerjanya, air akan diuapkan dalam suatu wadah (ketel) dengan melalui pembakaran. Dalam pembakaran tersebut akan menghasilkan uap yang akan dialirkan ke dalam turbin yang akan bergerak jika terdapat tekanan uap. Bergeraknya turbin ini berfungsi untuk menggerakkan generator yang akan menghasilkan energi listrik. Jika dalam Pembangkit Listrik Konvensional, bedanya yaitu bahan bakarnya dalam menghasilkan uap panas, yaitu dengan minyak, gas, atau batubara. Sedangkan, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, panas yang dipakai dihasilkan dari proses reaksi pembelahan inti Uranium di dalam reaktor nuklir. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat dampak positif dan negatif. Dampak positif, PLTN tidak mencemariudara, namun dampak negatifnya yaitu radiasi radioaktif limbah nuklir.

Selengkapnya: 
DOWNLOAD

0 komentar:

Posting Komentar